Minggu, 18 Oktober 2015

Aplikasi vektor dalam penerbangan




Vektor berperan sangat penting di dalam dunia penerbangan yaitu dalam bidang Navigasi. Setiap pesawata terbang selalu dilengkapi oleh sistem navigasi pesawat terbang agar pesawat tidak tersesat selama penerbangan berlangsung. Panel- panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi mengenai arah dan juga ketinggian pesawat di udara. Vektor menyatakan arah dan besar dari susatu besaran. Selain itu, pesawat yang ingin terbang atau pun mendarat menggunakan metode vektor, sehingga ketika turun pesawat tidak langsung jatuh kebawah, melainkan melalui arah vektor yang telah disesuaikan.
(dica xi ipa1 - 16)



            Vektor posisi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam navigasi. Vektor berpengaruh besar terhadap keberadaan suatu lokasi ditinjau dari tempat yang bergerak (kendaraan atau lainnya). Teknologi ini disebut Global Positioning System atau GPS. Sistem ini memberitahukan lokasi di permukaan bumi walaupun tempatnya bergerak sehingga suatu kendaraan dapat tahu keberadaannya dan dimana lokasi tujuannya.   
            Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak tersesat dalam melakukan penerbangan. Apabila pesawat terbang di malam hari, pilot mengemudikan pesawat dengan sistem vektor yang dikaligrasikan dengan komputer navigasi pesawat, pilot dapat memantau arah tujuan pendaratan pesawat. Jadi tidak pernah sebuah pesawat menyasar ke lain tempat.
            Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi harus seteliti dan seketat mungkin.


(http://fisika11ipa2kelompok1.blogspot.co.id/2013/08/karya-ilmiah-aplikasi-vektor-posisi.html)
(regina xi ipa1 - 33)

Aplikasi Vektor
1.    Ketika penerjun menjatuhkan diri dari kapal, tempat ia jatuh tidak tepat di bawah kapal, tetapi jauh melenceng karena adanya dua vektor gaya yaitu gaya gravitasi dan gaya dorong angin.
2.    Saat perahu menyebrangi sebuah sungai, makan kecepatan gerak perahu yang sebenarnya merupakan kecepatan gerak perahu dan kecepatan air.
3.    Dalam suatu kejadian seorang pemanah menarik anak panah dari busunya sebenarnya arah gerak anak panah merupakan penjumlahan vektor gaya tarik tali dari kedua ujung busur tersebut.
4.    Pesawat terbang yang ingin terbang dan mendarat menggunakan metode vekto, sehingga ketika turun tidak langsung jatuh kebawah, tapi melalui arah vektor yang disesuaikan. Dengan demikian orang-orang yang berada didalamnya pun tidak jatuh atau terombang-ambing.
5.    Metode vektor juga diaplikasikan terhadap orang yang sedang bermain layang-layang. Sehingga arah layang-layang yang sedang terbang tidak lurus terhadap orang yang memegang tali layangan. Dengan demikian orang tersebut dapat melihat layangan lebih jelas karena ada pengaruh vektor.
6.    Pada saat seorang anak bermain jungkat-jungkit, pada bidang miring menggunakan gaya vektor, sehingga anaak tersebut tidak jatuh dari bidang miring itu.
7.    Seorang pilotpada pesawat terbang menggunakan komputer navigasi yang dihubungkan dengan cara vektor, sehingga seorang pilot yang mengemudi tidak salah arah atau berpindah di tempat yang tidak diinginkan.
(angelica putri xi ipa1-6)

Dalam Navigasi, vektor berpengaruh besar terhadap keberadaan suatu lokasi ditinjau dari tempat yang bergerak (kendaraan atau lainnya). Teknologi ini disebut Global Positioning System atau GPS. Dimana sistem ini memberitahukan lokasi di permukaan bumi walaupun tempatnya bergerak. Sehingga, suatu kendaraan dapat tahu keberadaannya dan dimana lokasi tujuannya. Karena itu vektor sangat berperan penting dalam Navigasi contohnya vector yang digunakan untuk Sistem Navigasi Pesawat Terbang. Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak tersesat dalam melakukan penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi harus seteliti dan seketat mungkin. Sebagai contoh kejadian yang menimpa pesawat Adam Air pada bulan pebruari 2006 sewaktu menjalani penerbangan dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Hasanudin di Makasar. Ketidaktelitian pihak otoritas penerbangan yang mengijinkan pesawat Adam Air terbang dengan sistem navigasi yang tidak berfungsi menyebabkan Pesawat Adam Air berputar-putar di udara tanpa tahu arah selama tiga jam, sebelum mendarat darurat di bandara El Tari Nusa Tenggara Timur. Kesalahan akibat tidak berfungsinya system navigasi adalah kesalahan yang fatal dalam dunia penerbangan. Sanksi yang diberikan adalah dicabutnya ijin operasi bagi maskapai penerbangan yang melanggar. Vektor menyatakan arah dan besar suatu besaran. Jurusan tiga angka, Analisi ruang, Navigasi penerbangan dan pelayaran selalu menggunakan vektor untuk keperluan itu. Peralatan navigasi membutuhkan perhitungan vektoris yang sudah dikalibrasikan dengan alat ukur sehingga menghasilkan keluaran manual atau digital. Keluaran itu dapat dibaca pada pada alat ukur yang menera besar dan arah secara bersamaan, sehingga bermanfaat bagi orang yang memantaunya.
http://aplikasivektorkelompok06.blogspot.co.id/
(surya xi ipa 1 - 36)

Kamis, 08 Oktober 2015

Laporan Praktikum



Laporan
1. Percobaan Pertama
a)    Judul: Elastisitas
b)    Tujuan Percobaan: Menghitung nilai konstanta pegas
c)     Alat: Statis, Pegas, Mistar, Beban
d)    Langkah-langkah Percobaan
1)    Gantungkan pegas pada statis
2)    Letakkan beban gantung pada pegas sebagai posisi elastis
3)    Letakkan mistar kayu sejajar dengan statis lalu ukur pada titik terbawah beban
4)    Pastikan kondisi beban konstan
5)    Masukkan beban 10 gram secara konstan sebanyak 5x percobaan
6)    Pastikan kondisi pegas dan beban konstan atau kembali ke posisi awal
7)    Ukur pertambahan panjang (Dx) dengan menandai mistar
8)    Jika pegas tidak kembali ke posisi awal, maka beban terakhir yang dimasukkan tidak dipakai dan pegas sudah melewati batas elastis
9)    Buat data tabel dan grafik dari percobaan elastisitas ini
e) Data Percobaan: Panjang Kondisi Awal = 38,5 cm
No.
Massa Beban (gram)
Dx (cm)
1.
10 gr
2.5
2.
20 gr
5.5
3.
30 gr
7.5
4.
40 gr
11
5.
50 gr
15

f) Kesimpulan:
Makin besar gaya (F), makin besar Dx. Maka F berbanding lurus dengan Dx
F = k . Dx
K = F/Dx
K = 0.4 N/M

2. Percobaan Kedua
a)    Judul: Getaran
b)    Tujuan Percobaan: menghitung nilai konsentrasi pegas
c)     Alat: Statis, Pegas, Stopwatch, Beban, Neraca
d)    Langkah-langkah percobaan:
1)    Timbang massa pegas dan beban
2)    Gantungkan pegas pada statis
3)    Lettakan gantungan beban pada pegas
4)    Masukkan beban 10 gram, pastikan kondisi pegas stabil
5)    Ukur periode (T) atau waktu yang dibutukan selama 10x bergetar
6)    Lakukan hal yang sama dengan menambah beban 10 gram secara konstan hingga 5x percobaan
7)    Buat data table dan grafik dari percobaan getaran ini
e) Data Percobaan: Massa pegas = 28,5 gram ; Massa beban = 50 gram
No.
Waktu 10x bergetar (t)
T = t/10
Periode
Massa Total (gram)
1.
8,1 sekon
0,81 sekon
0,6561 sekon
88,5 gram
2.
9,9 sekon
0,99 sekon
0,9801 sekon
98,5 gram
3.
10,6 sekon
1,06 sekon
1,1236 sekon
108,5 gram
4.
11,4 sekon
1,14 sekon
1,2996 sekon
118,5 gram
5.
12,2 sekon
1,22 sekon
1,4884 sekon
128,5 gram

f) Kesimpulan
Massa sebanding dengan periode
M = k . Periode
K = massa/periode
K = 61,27 N/M